Ku berjalan menyusuri malam.
Terduduk aku di rerumputan sbuah taman.
Ku tatap rembulan untuk bertanya satu tanyaku yang belum terjawab
Bulan mengapa kau diam tak menjawab tanyaku yang tengah dirundung pilu.
Kala itu hujan berderai
Hingga kini ku kembali bertanya padamu.
Mengapa bulan..???
Mengapa harus aku yang tlah menyakiti sekeping hati.
Menghancurkan bunga-bunga cinta seseorang yang begitu mencintaiku.
Mengapa bulan???
Kau hanya terdiam.
Aku tahu jodoh ada di tanganNya.
Tapi mengapa harus aku yang menyakiti hatinya.
Walau mungkin memang aku bukan jodohnya.
Ku terus bertanya namun engkau tetap terdiam.
Ku tanyakan pada karang di lautan namun mereka juga diam.
Hanya memandangi bintang-bintang yang bersinar keredupan.
Aku terus berjalan di lorong malam hingga ke fajar.
Mungkin kan ku temui untukku satu bintang pagi yang begitu terang.
Untukku menuai harapan.
0 komentar:
Posting Komentar