Aku Telah Siap


pamit adalah hal yang terbaik

saat tubuh terus tergerus
tulang rusuk sudah dapat dihitung
mata mulai bersembunyi

pamit adalah hal yang terbaik


darah merah bergelorah itu sudah terkapar
jari jemariku selalu ingin mencari pinggir kain
akan kutarik untuk bisa menutup tubuh ini
namun tangan tak lagi dapat digerakkan

pamit adalah hal yang terbaik

rasanya telah sampai di ujung jalan
di langit langit kamar
berterbangan bayangan putih dan hitam
sesekali mereka tersenyum

aku telah siap
ambillah
cabutlah seperti apa yang kaumau
tapi jangan sisakan sedih pada keturunanku

pamit memang yang terbaik saat ini

0 komentar:

Posting Komentar