Ku tersungkur di antara malam dan fajar merenungi perjalanan hidup di samudra kehidupan.
Di kala gelombang menghampar buih-buih airmata.
Di kala gelombang menghampar buih-buih airmata.
Ku tatap malam yang masih gulita.
Begitu ikhlas dan setianya malam
Pada aroma hitam hingga cahaya lilinpun terlihat benderang.
Begitu ikhlas dan setianya malam
Pada aroma hitam hingga cahaya lilinpun terlihat benderang.
tetes embun tlah datang mengantarkan aroma kesejukan.
Begitu ikhlasnya embun datang tepat waktu di tiap pagi
Mencipta sejuk dan kesegaran di gerbang hari.
Begitu ikhlasnya embun datang tepat waktu di tiap pagi
Mencipta sejuk dan kesegaran di gerbang hari.
Mentari datang.
Tanpa di pinta memberi kehangatan.
Tanpa di pinta memberi kehangatan.
Lalu ntuk apa kita sombong.
Selalu menggerutu dalam menjalankan hidup.
Selalu menggerutu dalam menjalankan hidup.
Tak mau mema'afkan sesama tanpa di pinta.
Tanpa keikhlasan yang keluar dari jiwa.
Tanpa keikhlasan yang keluar dari jiwa.
Pada malam...
Pada embun...
Pada mentari...
Pada embun...
Pada mentari...
Dan pada alam dimana ku berdiri.
Harusnya ku belajar diri.
Menerima dan memberi dengan keikhlasan hati.
Harusnya ku belajar diri.
Menerima dan memberi dengan keikhlasan hati.
0 komentar:
Posting Komentar