Jendela Embun Pagi

Ketika jendela terbuka
Sinar matahari mencubit manja kulit wajahku
Membelai halus selembar nyawaku
Setetes embun kujilat

Sejuk merasuk memberikan satu kedamaian
Rumput ranum bersenda gurau dengan sang bayu
Mereka seakan sedang tersenyum kepadaku
Aku hidup di episode yang baru
Memiliki dialog baru yang kuyakin indah dari yang dulu

Aku bermain di atas kuntum rindu yang besarnya tak terkira
Kutanya padamu, embun
Benarkah dia mencintaiku atau hanya akan mempermainkanku?
Kutanya padamu, awan
Benarkah dia malaikat lucu yang akan jadi penghias kesunyianku?

Terakhir, kutanya padamu, cintaku
Adakah satu ruang di sudut hatimu unttukku yang mendambamu?

Aku Telah Siap


pamit adalah hal yang terbaik

saat tubuh terus tergerus
tulang rusuk sudah dapat dihitung
mata mulai bersembunyi

pamit adalah hal yang terbaik